Member Login
|
|
|
PROMOSI
|
|
|
Blog
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
FOTO GALLERI
|
|
|
|
|
|
|
Sikap masabodo bukan milik orang-orang yang hidup penuh kemewahan, Penyebabnya adalah tidak berada pada bidang keahliannya.
|
|
|
|
|
|
|
|
|


























Hampir semua air alami mengandung ion klorida dan ion sulfat. Konsentrasinya bervariasi, tergantung
kandungan mineral bumi di berbagai daerah. Dalam jumlah kecil, mereka tidak berpengaruh. Dalam
konsentrasi tinggi, mereka menyebabkan masalah. Biasanya konsentrasi klorida rendah. Sulfat dapat
lebih bermasalah karena sulfat ada dalam konsentrasi yang lebih besar. Kadar rendah atau menengah
dari kedua senyawa ion tersebut menambah rasa segar pada air. Pada kenyataannya, mereka
dibutuhkan karena alasan ini. Jumlah konsentrasi yang berlebihan dari keduanya tentu akan membuat
air jadi tidak enak diminum. Aturan EPA tentang air minum merekomendasikan konsentrasi ion klorida
maksimum sebesar 250 mg/l dan ion sulfat maksimum 250 mg/l (sebagai Cl- dan SO4--, bukan
sebagai CaCO3).
Air yang mengandung ion kalsium sulfat memiliki rasa yang berkarakter .. rasanya seperti pahit. Pada
kenyataannya, telah dibandingkan rasa air dengan gypsum terlarut didalamnya. Saat 30 – 40 grain /
gallon dari kalsium sulfat larut dalam air, kebanyakan orang dapat merasakannya. Jika jumlah
magnesium sulfat atau natrium sulfat seimbang dalam air, tidak akan terasa. Keduanya memiliki efek
pencahar jika kadar konsentrasinya lebih dari 30 grain. Dengan begitu, air tersebut bisa menjadi
masalah, khususnya untuk orang-orang yang tidak terbiasa dengan air seperti itu.
Sebagai tambahan dari sifat pencaharnya dan rasa yang mirip obat, air sulfat juga memiliki tingkat
padatan tinggi, jumlah garam natrium dan keasaman yang besar. Ini bisa menjadi masalah dalam
mengolah air. Klorida menjadikan air terasa asin. Dalam kadar konsentrasi apapun, ini menjadi terasa
dan tergantung dari individu masing-masing. Dalam konsentrasi tinggi, klorida menyebabkan air
menjadi payau, rasa asin yang sama sekali tidak diinginkan. Walaupun klorida sangat larut, klorida
memiliki stabilitas. Stabilitas ini memungkinkan mereka bertahan dari perubahan dan tetap konstan
dalam air apapun, kecuali air yang dicemari oleh industri dan kotoran manusia.
Klorida dan sulfat menyumbang total kandungan mineral pada air. Seperti yang diindikasikan di atas,
total konsentrasi dari mineral mungkin memiliki efek yang bervariasi di rumah. Konsentrasi yang tinggi
dari ion sulfat maupun ion klorida mengakibatkan pertambahan kemampuan konduktivitas listrik air.
Klorida dan sulfat dapat dihilangkan dari air dengan Reverse Osmosis. Deionisasi (demineralisasi)
atau distilasi juga akan menghilangkan klorida dan sulfat dari dalam air, tetapi metode ini tidak cocok
untuk perumahan dibanding reverse osmosis.
|
| |
|
|
|
|
|
|
Copyright © 2008 PT. Cipta Mulia Sentosa. All Rights Reserved.
|
|
|