Member Login
|
|
|
PROMOSI
|
|
|
Blog
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
FOTO GALLERI
|
|
|
|
|
|
|
Sikap masabodo bukan milik orang-orang yang hidup penuh kemewahan, Penyebabnya adalah tidak berada pada bidang keahliannya.
|
|
|
|
|
|
|
|
|


























Hidrogen sulfat adalah gas yang terdapat pada beberapa jenis air. Tidak ada keraguan saat gas
tersebut ada, air akan berbau seperti telur basi. Bau dengan karakteristik seperti ini kadang-kadang
jelas sekali pada konsentrasi di bawah 1 mg/l. Menjijikan adalah rasa dan bau dari hydrogen sulfit, ini
adalah 2 permasalahan yang hanya timbul saat zat tersebut ada.
Hidrogen sulfat menaikkan tingkat korosi karena aktivitasnya sebagai asam yang lemah. Kehadiran zat
tersebut di udara membuat perak jadi ternoda hanya dalam beberapa detik. Kadar konsentrasi hydrogen
sulfite yang tinggi sangat mudah terbakar dan beracun. Walaupun konsentrasi seperti itu jarang ada,
kehadirannya dalam air minum telah diketahui menyebabkan mual, penyakit, dan dalam kasus yang
ektrim, kematian. Konsentrasi yang tinggi dari hydrogen sulfite juga merusak lapisan pelembut penukar
ion. Kehadirannya yang terus-menerus akan menyebabkan penurunan kapasitas pada lapisan resin
dan akhirnya membuat resin cepat jenuh dan harus diganti dengan resin baru. Secara umum, hydrogen
sulfite ada di konsentrasi kurang dari 10 ppm. Namun pada prakteknya, jumlahnya naik menjadi antara
50 sampai 75 ppm. Hidrogen sulfite, umumnya berada di sumur.
Ada beberapa metode untuk menghilangkan hydrogen sulfite dari air. Kebanyakan dari metode itu
adalah mengubah gas menjadi sulfur. Bubuk kuning tidak larut ini kemudian dapat dihilangkan dengan
penyaringan. Kadar hydrogen sulfite rendah sampai menengah dapat dihilangkan dengan penyaring
oksidasi, cara yang sama untuk menhilangkan besi. Karena sulfur yang dihasilkan tidak larut dan dapat
memampatkan penyaring, biasanya penggantian penyaringan diperlukan dari waktu ke waktu.
Penapisan secara kimia direkomendasikan untuk kadar hydrogen sulfite menengah sampai tinggi.
Dalam kasus seperti ini, larutan pemutih atau potassium permanganate dapat menjadi zat oksidasi
yang baik. Saat zat oksidasi seperti larutan pemutih dan potassium permanganate dipakai, pompa kimia
kecil dipakai untuk menyalurkan zat tersebut ke dalam air. Perbandingan 2 mg/l klorin untuk 1 mg/l H2S
disarankan sebagai dosis permulaan. Tingkat ini biasanya menyediakan kotoran klorin yang cukup
tinggi untuk meyakinkan oksidasi sulfite menjadi sulfur. Aliran saluran klorin dapat di atur dari yang asli
untuk menyediakan operasi yang paling efisien.
Dalam kasus besi, larutan klorin harus dimasukkan ke air secara ke atas dari tangki pencampuran atau
tangki penyimpanan untuk menyediakan waktu bercampur yang memadai. Waktu bercampur paling
sedikit 20 menit harus cukup untuk menhasilkan reaksi yang lengkap. Setelah bercampur, air harus
dilewatkan karbon aktif untuk menghilangkan sulfur dan kelebihan klorin yang tidak larut. Jika potassium
permanganate dipakai sebagai oksidator, sebuah penyaringan untuk besi disarankan untuk
menghilangkan zat yang tidak larut dari air. (Secara teori, 6.2 mg/l dari KMnO4 murni diperlukan untuk
mengoksidasi 1 mg/l H2S). Walaupun demikian, kelebihan permanganate yang diperlihatkan dengan
warna merah muda harus tetap disalurkan kepada penyaring dalam situasi regenerasi. Dalam hal ini, ia
bekerja sebagai simpanan untuk melindungi dari peningkatan hydrogen sulfite yang tidak diinginkan
dalam air. Karbon aktif sendiri akan menghilangkan sebagian dari hydrogen sulfite. Dalam proses ini,
karbon aktif secara sederhana menyerap gas pada daerah permukaannya. Kegunaan dari karbon aktif
dapat menjadi murah saat jumlah gas yang dikandung sangat sedikit. Regenarasi pada karbon aktif
biasanya tidak diterapkan, namun penggantian secara periodik diperlukan. Saat kandungan hydrogen
sulfite menengah dan tinggi, cara ini menjadi tidak ekonomis dan sulit diterapkan.
Beberapa pengguna air kapasitas besar mengandalkan aerasi untuk menghilangkan hydrogen sulfite
dari air. Walaupun ini adalah cara dasar yang paling sederhana, cara ini biasanya tidak diterapkan di
perumahan. Kerugiannya adalah karena biaya yang tinggi dan penghilangan gas yang tidak sempurna.
Telah ada beberapa penggunaan penukar ion untuk menghilangkan hydrogen sulfite. Untuk fungsi ini,
materi penukar ion yang digunakan adalah anion yang kuat yang dapat diregenerasi dengan garam atau
campuran antara garam dan natrium bikarbonat. Teknik ini memiliki keuntungan dalam kesederhanaan
operasi, namun teknik ini hanya dapat menyalurkan air dengan tingkat kecil dan air effluent yang
mempunyai anion klorida.
|
| |
|
|
|
|
|
|
Copyright © 2008 PT. Cipta Mulia Sentosa. All Rights Reserved.
|
|
|