Member Login
Username
Password
Registrasi
PROMOSI
Klik disini untuk ke Promosi
Blog
FOTO GALLERI
Klik disini untuk ke Foto Galery
SEARCH
Masalah Air, Produk, Layanan
 
HOME
 
PRODUK
WARALABA
KATALOG
CARA PEMBELIAN
F.A.Q.
BUKU PEDOMAN
BLOG
 
Konsultasi dengan kami
 
 
Simple Invisible Counter
 
 
    Sikap masabodo bukan milik orang-orang yang hidup penuh kemewahan,
    Penyebabnya adalah tidak berada pada bidang keahliannya.
LUNYU
DEFINISI AIR DAN KUALITASNYA
 
Sebenarnya apa yang menarik dari benda cair ini ?
Kamus mendefinisikan secara sederhana sebagai: “suatu cairan dari awan yang jatuh ke bumi dalam
bentuk hujan, kemudian membentuk sungai, danau, laut dan lain-lain”.
Air murni (H2O) terdiri dari hidrogen (11,1888 %) dan oksigen (88,812 %). Warnanya sedikit kebiruan
dan bisa dipadatkan. Kepadatan maksimumnya terjadi pada suhu 4 oC. Air membeku pada suhu 32 °F
atau 0 °C.

Perhatikan penggunaan kata “air murni” dalam definisi ini. Walaupun kita membicarakan hal yang besar
tentang “air murni”, kata-kata ini lebih sering kita temukan sebagai ungkapan daripada kenyataan.
Kenyataannya, “air murni” (H20) jarang kita temukan dalam semua kebutuhan dan kepentingan, itu
cairan yang sebenarnya tidak pernah ada.

Akibatnya, ungkapan “air murni” itu memiliki berbagai penafsiran. Menjadikan berbagai kesimpulan yang
berbeda oleh masing-masing individu. Contohnya, di kalangan ahli bakteri, “air murni” diartikan sebagai
air yang bebas dari kontaminasi bakteri. Sebaliknya, di kalangan ahli kimia, air  baru diklasifikasikan
sebagai “air murni” jika air tersebut tidak memiliki mineral, larutan gas, dan bahan-bahan organik
lainnya.
Jadi, dari paragraph diatas dapat kita simpulkan bahwa, pengertian “air murni” adalah air yang hanya
dapat dijumpai di laboratorium … dan bahkan hanya dalam kondisi tertentu.

Pemerintah menetapkan standar yang sederhana tentang ketentuan air yang layak dikonsumsi sebagai
Standar Air Minum Nasional. Dalam standar tersebut, pemerintah memperhatikan perlindungan air
terhadap dampak pencemaran, baik melalui proses alam maupun melalui alat buatan. Standar tersebut
memperhitungkan persyaratan dalam bakteriologi, fisika, dan kimia pada air. Hampir tidak mungkin
untuk menemukan sumber air yang dapat memenuhi persyaratan dasar untuk pemakaian sehari-hari
tanpa melalui suatu proses penapisan. Secara umum, persyaratan air untuk pemakaian sehari-hari
adalah sebagai berikut:

  1. Tidak mengandung mikro organisme yang menjadi sumber penyakit.
  2. Tidak berwarna dan jernih.
  3. Terasa enak, bebas dari rasa dan sejuk.
  4. Tidak korosif.
  5. Bebas dari larutan gas, seperti hidrogen sulfide, dan warna logam antara lain, besi, mangan.
  6. Menghasilkan jumlah yang mencukupi dengan biaya yang terjangkau.

Apabila terdapat bakteri koliform dan bahan kimia beracun dalam penyediaan air akan menyebabkan air
masuk dalam kategori tidak aman untuk dikonsumsi, factor lainnya seperti rasa, bau, warna dan
kandungan mineral dengan jumlah di atas yang ditetapkan akan menyebabkan dampak tertentu, dan
membuat air tersebut tidak layak dipergunakan.

Air portable atau aman, tidak dapat memenuhi semua kebutuhan. Untuk alasan ini masih diperlukan
penapisan tambahan untuk menjadikannya berguna, sebagai contoh: dipergunakan dalam industri atau
rumah tangga …. atau kebutuhan ahli luar angkasa. Dalam kenyataannya tidak ada satu ketentuan
dasar yang dapat menetapkan air memenuhi syarat untuk suatu kebutuhan. Disini terdapat banyak
sekali variasi kualitas air dari suatu area ke area lainnya. Kesimpulan pada peta menceritakan beberapa
indikasi yang menyebabkan perbedaan tersebut. Ini hanya gambaran besar indikasi perbedaan. Bahkan
antara daerah berdekatan sering terjadi perbedaan yang jauh.

Dalam beberapa kasus, walaupun ditempat yang sama, dari waktu ke waktu kualitas air bervariasi.
Mengapa variasi ini terjadi ?
Jawabannya dapat ditelusuri dari kenyataan bahwa air memiliki daya larut. Air digambarkan sebagai
pelarut universal. Para ahli setuju secara umum bahwa air merupakan salah satu pelarut terbaik.
Sebagai hasil dari pelarutan, air walaupun sedikit pasti melarutkan segala sesuatu yang kontak
dengannya. Ia melarutkan logam, batu, sampah, gas, debu dan berbagai macam benda asing hingga
jumlahnya cukup berarti untuk diperhatikan.

Mineral terlarut dalam air terdapat antara 20 – 80 mg/l (miligram per liter atau ppm) pada daerah yang
hanya terdapat sedikit lapisan batuan granit. Dari lapisan sederhana ini, pertambahan yang berarti
sangat tergantung dari kondisi daerahnya.

Total padatan terlarut (TDS) yang terkandung dalam air laut ± 35.000 ppm (mg/l). Diperkirakan total
padatan terlarut ini cukup untuk menyelimuti seluruh permukaan daratan setinggi 34 meter. Setiap tahun
aliran air membawa milliaran ton total padatan terlarut ke laut.
Pada berbagai daerah, total padatan terlarut yang terkandung dalam air berbeda tajam tergantung pada
apakah air tersebut berasal dari sumur dalam, danau, sungai atau kolam.